![]() |
| Tampak Gunung Sinabung dari kejauhan. |
Bagi warga yang tinggal di sekitar Gunung Sinabung, suara gemuruh gunung yang berada di Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, itu, terdengar seperti gemuruh suara helikopter yang sedang mendarat ketika meletus, Minggu (15/9/2013) sekitar pukul 02.51 WIB. Norman Sitepu (39) warga Desa Berastepu kepada Antara di kawasan gunung Sinabung, mengatakan, ia merasa takut dan terkejut ketika mendengarnya.
Bahkan, lanjutnya, saat gunung Sinabung memuntahkan debu vulkanik dan asap yang cukup tebal, Desa Berastepu, Kecamatan Simpang Empat benar-benar gelap gulita. Norman mengaku tambah takut dan situasi desa yang dihuni lebih kurang 800 kepala keluarga (KK) makin mencekam.
"Saya tidak menduga gunung berapi itu meletus dan selama ini juga tidak ada tanda-tanda atau pemberitahuan dari petugas Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang bertugas mengawasi gunung Sinabung," ujarnya.
Norman menyebutkan, saat peristiwa yang mengancam jiwa manusia itu, dia hanya berusaha menyelamatkan tiga orang anaknya beserta isteri.
"Yang terbayangkan pada Minggu pagi hari itu adalah bagaimana caranya dapat
menyelamatkan anak-anak dan keluarga ke tempat yang aman," ujarnya.
Dia menjelaskan, tidak bisa membayangkan, saat terjadinya letusan gunung berapi itu.Harta, uang dan barang perhiasan yang berharga lainnya terpaksa ditinggalkan begitu saja.
Namun, yang penting bagi dirinya adalah menyelamatkan nyawa di badan dan tiga orang anaknya yang masih kecil dan perlu pembinaan.
"Saya hanya bisa menyelamatkan baju yang dipakai dibadan dan sejumlah uang di dompet untuk berjaga-jaga," ucap dia.
Norman menambahkan, siapa yang tidak merasa takut dan cemas, sebab jarak gunung Sinabung yang meletus dengan rumah penduduk hanya lebih kurang 3 kilometer.
"Ini sangat berbahaya dan dikhawatirkan dapat mengencam keselamatan warga, jika tidak secepatnya menyelamatkan diri atau meninggalkan gunung Sinabung yang meletus dan
mengeluarkan larva panas," kata petani sayur di Desa Berastepu tersebut.
Jumlah Pengungsi Bencana Sinabung
Bertambah Jadi 4.739 Orang
Khairul Ikhwan - detikNews
Pengungsi Erupsi
Gunung Sinabung (Khairul/detikcom)
Medan - Warga yang mengungsi akibat letusan Gunung Sinabung terus bertambah. Hingga
Minggu (15/9/2013) malam, jumlahnya mencapai 4.739 orang, bertambah dibanding kondisi
siang yakni 3.710 jiwa.
Data yang diperoleh di Posko Penanggulangan Bencana Sinabung Pemerintah Kabupaten Karo
menyebutkan, para pengungsi ini tersebar di delapan tempat terpisah.
Pengungsi terbanyak di Kecamatan Kabanjahe. Di Jambur Sempakata Jl. Jamin Ginting
sebanyak 1.453 orang, kemudian di Klasis GBKP Jl. Kiras Bangun sebanyak 590 orang, dan di
GBKP Kota Jl. Kiras Bangun sebanyak 1.400 orang.
Di Masjid Agung Jl. Veteran sebanyak 60 orang, dan di Sentrum (PPWG Kabanjahe) Jl.
Nabung Surbakti ada 56 orang, dan di Gereja Katolik Jl. Irian 60 orang.
Berikutnya di Kecamatan Berastagi ada 700 pengungsi di Jambur Taras, dan di Kecamatan
Payung ada 420 pengungsi yang ditangani pemerintah kecamatan setempat.
"Ini angka pengungsian sementara hingga malam ini," kata seorang petugas posko yang
berlokasi di Kantor Camat Kabanjahe.
Para pengungsi ini sudah mendapatkan bantuan logistik. Saat bersamaan posko kesehatan
terus melayani para pengungsi yang mengeluhkan kondisi kesehatannya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar